Senin, 05 Februari 2018

Cara Mengatasi Egg Binding Lovebird

https://lovebirdok.blogspot.co.id/

Cara Mengatasi Egg Binding Pada Lovebird - Lovebirdok.blogspot.co.id Egg binding adalah kondisi di mana telur tidak bisa keluar dari saluran reproduksi burung betina, baik karena lengket / melekat pada oviduct maupun akibat terjepit dalam saluran reproduksi. Burung pun mengalami kesakitan, karena telur tak mau juga keluar dari kloaka yang merupakan muara akhir dari saluran reproduksi burung. Jika penanganan egg binding di Barat cukup kompleks, pakar burung dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM Dr drh Edi Boedi Santosa MP punya cara jitu untuk mengatasinya: cukup dengan
2 ml minyak goreng !!!

Apa dan bagaimana gejala egg binding sudah pernah dikupas Om Kicau dalam artikel terdahulu, sehingga tak perlu dibahas lagi. Di sejumlah negara di Eropa, Amerika, dan Australia, penanganan egg binding biasa dilakukan oleh dokter hewan atau klinik hewan yang punya fasilitas lengkap.
Sebaliknya, di Indonesia, kesadaran penangkar untuk membawa burung ke dokter hewan atau klinik hewan masih sangat minim. Klinik hewan lebih didominasi anjing, kucing, atau binatang eksotik dari kelompok reptil maupun hamster.

Makanya ketika terjadi egg binding pada burung penangkaran mereka, terutama kenari dan lovebird, para breeder mulai kebingungan. Sebagian ada yang bisa diselamatkan dengan caranya sendiri, meski kemudian berdampak negatif terhadap proses reproduksi burung selanjutnya. Bahkan ada juga yang karena tidak tahu caranya, membiarkan burung sengsara, dan berakhir pada kematian.

Sebagai dokter hewan berpengalaman, Om Edi Boedi Santosa yang juga ketua Q’Maxs, pembina Paguyuban Penangkar Burung Indonesia (Papburi), dan pengasuh rubrik konsultasi di Tabloid Agrobur kerap melakukan eksperimen, baik untuk kepentingan ilmiah maupun kliennya.

https://lovebirdok.blogspot.co.id/



CARA MENGATASI LOVEBIRD YANG MENGALAMI EGG BINDING

  • Burung (dalam hal ini induk betina yang mengalami egg binding) dipegang, kemudian masukkan 2 ml minyak goreng ke dalam kloaka burung.
  • Cara memasukkan minyak goreng menggunakan alat bantu spuit (spet) tanpa jarum. Spuit bisa dibeli di toko kimia maupun apotek terdekat.
  • Biarkan minyak goreng bereaksi di saluran reproduksi telur, karena pasti akan mengenai telur yang macet tersebut, dan akan melumasi bagian telur melekat pada oviduct.
  • Untuk mempercepat reaksi minyak goreng, burung langsung dijemur di tempat yang panas selama 30 menit. Jika cuaca mendung atau hujan, atau Anda tak ingin menjemurnya, sebagai penggantinya  Anda bisa memasukkan burung ke dalam sangkar yang diberi lampu bohlam 60 Watt, juga selama 30 menit.
  • Berdasarkan pengalaman Om Edi, sekitar 30 menit sejak dijemur / sejak dimasukkan dalam sangkar yang hangat, telur akan keluar dengan sendirinya.
  • Setelah telur sudah bisa keluar, induk betina bisa diberikan air minum yang sudah dicampur dengan multivitamin, plus pemberian sayuran (kangkung dan sawi putih / hijau).

PENCEGAHAN EGG BINDING

Satu hal yang mesti diperhatikan, induk betina yang pernah mengalami egg binding perlu mendapat perhatian ekstra, agar jangan sampai pada peneluran berikutnya mengalami hal serupa. Berikut ini tips pencegahan egg binding pada induk betina, yang bisa diterapkan untuk induk betina yang belum maupun pernah mengalami kasus serupa :
  • Egg binding biasa dialami burung betina muda yang baru pertama kali bertelur. Karena itu, meski burung betina sudah bisa bertelur pada umur 8 bulan, bahkan tanpa pejantan, jangan langsung dijodohkan dengan burung jantan. Umur ideal burung betina untuk dijodohkan atau dikawinkan minimal 1 tahun, sehingga organ reproduksinya benar-benar matang.
  • Selama proses penjodohan, induk betina (juga induk jantan) perlu diberi extra fooding (EF) kangkung, sawi hijau, sawi putih, dan jagung muda.
  • Sejak masa penjodohan hingga induk betina mulai bertelur, kedua induk (jantan dan betina) perlu diberi suplemen khusus burung penangkaran.
Perlu diketahui, egg binding bukan hanya bisa dialami lovebird dan kenari saja. Sebab, kasus ini juga dapat terjadi pada semua jenis unggas termasuk ayam, itik, puyuh, dan aneka burung kicauan. Jadi, ketika terjadi kasus seperti ini, praktikkan saja apa yang pernah dilakukan Om Edi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar